Social Icons

Featured Posts

.

gaharu plaza indonesia - sumatera utara

gaharu plaza indonesia - sumatera utara
"...Selamat Datang di Website resmi Budidaya Gaharu kemitraan dan Inokulasi GAHARU PLAZA INDONESIA..." Brand Office : Jl.Simp.Laban Desa Rawa Sari Dusun II - Kec.Aek Kuasan -Kab.Asahan - Pos Code 21275 - Medan Prov.Sumatera Utara Telp/Hp : +62812 6921 8978 e-mail : citratanigaharu@gmail.com

Senin, 09 September 2013

Gubal Gaharu


Gubal gaharu adalah kayu berwarna coklat kehitaman sampai warna hitam pekat yang ditandai oleh banyaknya getah ( resin) dari pohon atau bagaian pohon gaharu yang melekat di serat kayu akibat dari proses terinfeksinya tanaman oleh jenis cendawan tertentu baik secara alami maupun buatan yang tumbuh di hutan maupun dibudidayakan oleh petani gaharu. Sampai saat ini, Indonesia masih merupakan pemasok produk gaharu terbesar di dunia. Meskipun populasi tumbuhan Aquilaria cukup besar, namun tidak semua pohon menghasilkan gaharu. Sebab resin itu baru akan keluar, kalau tanaman terinfeksi oleh cendawan tertentu. Akibat infeksi, tanaman mengeluarkan getah yang aromanya sangat harum. Getah ini akan menggumpal di dalam batang kayu (serat kayu). Para pencari gaharu menyebut kayu dengan resin ini sebagai Gubal. Tanaman Aquilaria yang tidak terinfeksi cendawan ini, tidak akan beraroma harum.

           Gubal gaharu juga mempunyai kadar kualitas yang berbeda semakin tinggi kualitasnya biasanya warnanya hitam semakin mahal dibanding dengan yang lebih rendah kualitasnya

( kemedangan, serpihan atau biasa yg di sebut dengan abu) Semakin tinggi kandungan resin di dalamnya maka kualitas Gubal gaharu tersebut semakin tinggi pula harga yang didapat dan begitu pula sebaliknya. Itulah sebabnya kayu gaharu juga disebut sebagai aloeswood ( kayu aloe) . Nama dagang lainnya adalah agarwood, heartwood, dan eaglewood. Di pasar internasional, gaharu murni diperdagangkan dalam bentuk kayu (gubal/kemedangan), serbuk dan minyak ( parfum).
Sampai saat ini Gubal gaharu dengan kualitas tertinggi dengan harga mencapai ratusan juta rupiah per kg masih dihasilkan secara alami, yakni terjadi dalam proses waktu yang sangat lama. Sehingga kuantitas dari Gubal gaharu tersebut sangat sedikit bila dibandingkan dengan permintaan pasar. Sementara Gubal gaharu yang dihasilkan dari gaharu budidaya belum mencapai kualitas yang tinggi, sehingga perlu untuk terus dikaji dan dikembangkan teknik-teknik rekayasa budidaya sehingga bisa menghasilkan gubal dengan kualitas yang lebih baik.